Rekam Jejak Hendy Kurniawan, Mantan Penyidik KPK yang Gagalkan OTT Hasto”,

Kombes Pol. Hendy Kurniawan adalah seorang perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak signifikan dalam penegakan hukum di Indonesia. Berikut adalah rincian perjalanan karier dan peristiwa penting yang melibatkan dirinya:

Pendidikan dan Pelatihan:

  • Lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2000.

Karier Kepolisian:

  • Penyidik Muda Tidak Tetap di KPK RI (2008–2012): Hendy memulai kariernya sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi, berfokus pada penanganan kasus-kasus korupsi.
  • Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2016): Memimpin subdirektorat yang menangani kejahatan jalanan dan kekerasan.

BACA JUGA : Sejarah IKN dan Anggaran IKN menteri PU : progresnya buat beli makan siang gratis

  • Kapolres Karawang (2017): Menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Karawang, Jawa Barat.
  • Kanit Subdit I/Indag Dittipideksus Bareskrim Polri (2018): Memimpin unit yang menangani tindak pidana industri dan perdagangan di Bareskrim.
  • Wadirreskrimsus Polda Banten (2021): Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus di Polda Banten.
  • Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya (2021–2022): Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus di Polda Metro Jaya.
  • Dirreskrimsus Polda Kalimantan Utara (2022–sekarang): Direktur Reserse Kriminal Khusus di Polda Kaltara.

Peristiwa Penting:

  • Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku (2020): Hendy Kurniawan diduga terlibat dalam upaya menggagalkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan mantan kader PDIP Harun Masiku pada 8 Januari 2020. Dalam peristiwa tersebut, tim KPK yang berusaha menangkap keduanya di Kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dihadang oleh segerombolan orang yang diduga suruhan Hasto, yang dipimpin oleh Hendy. Akibatnya, upaya penangkapan tersebut gagal dilakukan.

Kontroversi dan Tanggapan:

  • Pernyataan Hendy tentang Kepemimpinan di KPK: Pada tahun 2012, Hendy mengundurkan diri dari KPK karena ketidaksetujuannya terhadap gaya kepemimpinan Ketua KPK saat itu, Abraham Samad. Hendy menilai bahwa beberapa tindakan pimpinan KPK tidak profesional dan tidak sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

Prestasi dan Tindakan Terkenal:

  • Penanganan Kasus Mutilasi: Saat menjabat sebagai Kapolres Karawang, Hendy berhasil mengungkap kasus mutilasi terhadap seorang perempuan berinisial SA, yang dilakukan oleh suaminya. Kasus ini mendapat perhatian publik karena kejamnya tindakan pelaku dan keberhasilan polisi dalam mengungkapnya.
  • Penindakan Terhadap Kejahatan Jalanan: Dikenal dengan pendekatan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan, Hendy memimpin berbagai operasi untuk memberantas kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pendekatan ini termasuk penggunaan tindakan tegas terhadap pelaku yang melawan petugas.

Hendy Kurniawan dikenal sebagai sosok yang tegas dan berkomitmen dalam penegakan hukum, dengan rekam jejak yang mencakup penanganan kasus-kasus besar dan upaya pemberantasan kejahatan di berbagai wilayah.

PROFIL HENDY KURNIAWAN

Nama Hendy Febrianto Kurniawan muncul dalam sidang praperadilan yang diajukan oleh Sekjen PDIP, terkait status tersangka dalam kasus suap di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 6 Februari 2025.Dalam persidangan, tim Biro mengungkap bahwa seorang oknum yang menangkap dan memerintahkan petugasnya menjalani tes urine narkoba diduga merupakan orang suruhan Hasto Kristiyanto. AKBP Hendy Kurniawan.

Kharisma menjelaskan bahwa sekitar pukul 20.00 WIB, tim penyidik KPK yang berjumlah lima orang ditangkap oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh AKBP Hendy Kurniawan di PTIK. Kejadian ini mengakibatkan upaya operasi tangkap tangan terhadap Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto menjadi gagal.

“Tim termohon yang terdiri atas lima orang ditangkap oleh sekelompok orang di bawah pimpinan AKBP Hendy Kurniawan. Sehingga upaya tangkap tangan Harun Masiku dan Pemohon tidak bisa dilakukan,” jelasnya.

Tidak hanya sampai di situ, petugas KPK juga mengalami penggeledahan oleh kelompok tersebut. Bahkan, mereka juga menjadi korban kekerasan verbal dan fisik yang diduga dilakukan oleh AKBP Hendy Kurniawan.

“Alat komunikasi dan beberapa barang milik petugas termohon tersebut diambil paksa. Mereka bahkan menjalani tes urine narkoba, namun hasilnya negatif. Petugas baru dibebaskan setelah dijemput oleh Direktur Penyidikan Termohon,” pungkasnya.

“Pada saat petugas termohon membuntuti dan akan melakukan tangkap tangan, petugas termohon malah diamankan oleh beberapa orang atau tim lain yang diduga merupakan suruhan Pemohon di PTIK tersebut,” ujar Kharisma Puspita Mandala di PN Jaksel, Kamis.

Tak hanya mengalami penangkapan, petugas KPK saat itu juga dipaksa menjalani tes urine oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh seorang perwira menengah 

Hendy Febrianto Kurniawan merupakan seorang perwira polisi dengan pangkat Kombes. Pria kelahiran 1 Januari 1970 ini diketahui memiliki tiga anak dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000 yang memiliki pengalaman luas di bidang reserse.

Sepanjang kariernya, Hendy telah menduduki berbagai posisi penting dan saat ini bertugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) di Polda Kalimantan Utara.

Berikut adalah perjalanan karier Hendy Febrianto Kurniawan:

  • Penyidik Muda Tidak Tetap KPK (2008-2012)
  • Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2016)
  • Kapolres Karawang (2017)
  • Kanit Subdit I/Indag Dittipideksus Bareskrim Polri (2018)
  • Wadireskrimsus Polda Banten (2021)
  • Wadireskrimsus Polda Metro Jaya (2021-2022)
  • Direskrimsus Polda Kaltara (2022-Sekarang)

Hendy Kurniawan dikenal sebagai sosok yang kerap mengungkap berbagai kasus besar. Salah satu kasus yang berhasil diungkapnya adalah kasus mutilasi seorang perempuan berinisial SA, warga Pati, Jawa Tengah. Dalam kasus tersebut, ia berhasil mengungkap bahwa korban dibunuh lalu dimutilasi dan dibakar oleh suaminya sendiri karena motif sakit hati.