Ringkasan: Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan Zankore by Indosat bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA pada 6 Agustus 2026 — platform infrastruktur AI dengan target kapasitas 1 gigawatt (GW) yang diklaim pemerintah sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Fase pertama senilai sekitar US$9 miliar akan mulai dibangun di Batang, Jawa Tengah, pada paruh pertama 2027.
Apa itu Zankore by Indosat?

Zankore by Indosat adalah platform infrastruktur AI hasil kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA yang diumumkan resmi di Jakarta pada 6 Agustus 2026. Platform ini menargetkan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) NVIDIA DSX AI Factory dalam tiga tahun, menjadikannya salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara.
Berbeda dari pusat data konvensional, AI Factory dirancang khusus untuk komputasi AI skala besar — mencakup GPU berperforma tinggi, jaringan, pendinginan, manajemen daya, dan operasional AI end-to-end dalam satu sistem terintegrasi.
Mengapa Proyek Ini Penting bagi Indonesia dan Asia Tenggara?

Pemerintah Indonesia memosisikan Zankore sebagai fondasi ekosistem AI nasional, bukan sekadar proyek infrastruktur swasta. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut rencana ini sudah dibahas sejak dua tahun sebelumnya dan telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum memasuki tahap final pengumuman publik, menurut keterangan yang dikutip Analisapublik.id pada 9 Agustus 2026.
Skala investasinya signifikan. Menurut laporan Bisnis Indonesia (dipublikasikan ulang oleh Receh.in), fase awal Zankore di Batang membutuhkan investasi sekitar US$9 miliar, sementara pengembangan jangka panjang hingga 1 GW diperkirakan menembus lebih dari US$50 miliar atau sekitar Rp893 triliun. Angka ini menempatkan Zankore sebagai salah satu komitmen investasi teknologi terbesar yang pernah masuk ke Indonesia.
Proyek ini juga terhubung dengan langkah lain di ekosistem AI domestik: Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut fasilitas manufaktur GPU pertama Indonesia sedang dibangun di Cikarang, dengan target peresmian Desember 2026 — rangkaian yang berpotensi membentuk rantai pasok AI dari manufaktur perangkat hingga layanan komputasi, seperti dilaporkan IDN Times dan AFU.id.
Rincian Proyek: Kapasitas, Lokasi, dan Timeline

| Aspek | Detail | Sumber |
|---|---|---|
| Nama platform | Zankore by Indosat | Nokia Newsroom, 6 Agustus 2026 |
| Target kapasitas | Hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun | Nokia Newsroom; Selular.ID |
| Kapasitas fase awal | ~200 megawatt (MW) | Nokia Newsroom; TechApple Global |
| Lokasi fase awal | Batang, Jawa Tengah | Uzone.id; Wartaekonomi.co.id |
| Jadwal fase awal | Paruh pertama 2027 (H1 2027) | Nokia Newsroom; Developing Telecoms |
| Investasi fase awal | ~US$9 miliar | Bisnis Indonesia (via Receh.in) |
| Investasi jangka panjang (1 GW) | >US$50 miliar (~Rp893 triliun) | Bisnis Indonesia (via Receh.in); AFU.id |
| Platform komputasi | NVIDIA GB300 NVL72 | Nokia Newsroom |
| Arsitektur | NVIDIA DSX (reference architecture) | Nokia Newsroom |
| CEO Zankore | Ulf Ewaldsson | Nokia Newsroom; Converge Digest |
Perlu dicatat, nilai investasi final proyek belum diumumkan secara rinci oleh Zankore maupun Indosat secara resmi. Angka US$9 miliar dan US$50 miliar yang beredar berasal dari analisis media bisnis berdasarkan estimasi biaya infrastruktur AI per megawatt, bukan angka yang dikonfirmasi langsung dalam siaran pers Nokia atau Indosat.
Teknologi di Balik Zankore: NVIDIA DSX dan MaxLPS

Zankore dibangun di atas NVIDIA DSX, arsitektur referensi yang menyatukan komputasi terakselerasi, jaringan, daya, pendinginan, dan operasional dalam satu sistem untuk memaksimalkan output AI dari setiap megawatt yang tersedia. Fase pertama akan ditenagai unit NVIDIA GB300 NVL72.
Platform ini juga akan mengadopsi NVIDIA DSX MaxLPS, teknologi yang secara dinamis mengoptimalkan alokasi daya di seluruh armada GPU. Menurut siaran pers resmi Nokia, MaxLPS dirancang untuk memulihkan daya yang “terjebak” (stranded power) sehingga bisa menghasilkan hingga 40 persen tambahan kapasitas komputasi dalam anggaran daya yang sama — faktor yang langsung berdampak pada kapasitas Zankore melayani pelanggan dan menghasilkan pendapatan.
Untuk sisi jaringan, Nokia menyuplai teknologi AI-native networking. Presiden dan CEO Nokia Justin Hotard menyatakan bahwa penerapan AI di dunia nyata membutuhkan orkestrasi cerdas antara komputasi, konektivitas, dan kontrol di seluruh AI factory, pusat data, hingga edge infrastructure.
Siapa yang Terlibat dalam Zankore?

Zankore adalah kemitraan multi-pihak dengan pembagian peran yang jelas, sebagaimana dijabarkan dalam siaran pers resmi Nokia:
- Ooredoo Group — bertindak sebagai lead investor dan platform sponsor, menyediakan modal jangka panjang dan skala regional.
- Indosat Ooredoo Hutchison — menyumbang kepemimpinan pasar, infrastruktur digital eksisting, dan kapabilitas eksekusi di Indonesia.
- NVIDIA — memasok komputasi terakselerasi, perangkat lunak AI, akses GPU generasi terbaru, dan ekosistem AI globalnya.
- Nokia — menghadirkan AI-native networking untuk konektivitas yang aman dan berperforma tinggi.
Dewan Direksi Zankore terdiri dari Aziz Aluthman Fakhroo dan Thomas Chevanne mewakili Ooredoo Group sebagai lead investor, Vikram Sinha dan Vishal Gupta mewakili Indosat Ooredoo Hutchison, serta Arijit Ranjan Sarker sebagai Direktur Independen — dengan Ulf Ewaldsson menjabat Chief Executive Officer. Citi bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk Indosat, sementara FTI Capital Advisors menjadi penasihat keuangan Ooredoo Group.
CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menyampaikan bahwa perusahaan yang bergerak dari eksperimentasi AI ke deployment mission-critical membutuhkan lebih dari sekadar daya komputasi — mereka butuh ekosistem AI yang terintegrasi. Ia menyebut Zankore menggabungkan model seperti Sahabat-AI dengan kapabilitas jaringan cerdas seperti AI Grid dan AI-RAN sebagai fondasi untuk mengakselerasi adopsi AI dalam skala besar.
Sahabat-AI dan Layanan yang Akan Dihosting Zankore

Selain menyediakan komputasi mentah, Zankore akan mengembangkan dan menghosting Sahabat-AI, model bahasa besar (large language model/LLM) open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter yang mendukung Bahasa Indonesia serta sejumlah bahasa daerah — termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak — seperti dilaporkan Selular.ID dan AFU.id.
Zankore juga dirancang untuk menawarkan Token-as-a-Service, agar akses komputasi AI dapat menjangkau masyarakat umum, pelaku UMKM, kementerian dan lembaga, hingga pengembang aplikasi — bukan hanya perusahaan besar atau hyperscaler.
Konteks: Mengapa AI Factory Berbeda dari Data Center Biasa?

Menurut penjelasan Kementerian Komunikasi dan Digital yang dikutip Wartaekonomi.co.id, AI Factory berbeda dari pusat data konvensional karena dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan komputasi AI secara menyeluruh — mencakup data center, GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan data, layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi, pengelolaan beban kerja, hingga operasional AI end-to-end dalam satu sistem terpadu.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global di mana penyedia telekomunikasi bergerak melampaui model infrastruktur telekomunikasi konvensional — pola yang juga terlihat di negara lain seperti Australia, yang lebih dulu mengembangkan berbagai teknologi dan inovasi berbasis AI serta IoT untuk sektor kesehatan hingga kota pintar. Senior Vice President of Telecom NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut AI factory sebagai infrastruktur esensial bagi setiap negara dan industri, dan menyatakan Zankore akan mengakselerasi kemampuan Asia Tenggara membentuk masa depan AI yang berkelanjutan secara mandiri.
Tantangan: Energi, Talenta, dan Kesiapan Ekosistem

Pembangunan AI Factory berkapasitas 1 GW bukan tanpa tantangan. AFU.id melaporkan bahwa proyek sekelas ini memerlukan investasi besar sekaligus kesiapan ekosistem yang matang — khususnya terkait pasokan energi, ketersediaan talenta digital, dan konektivitas jaringan.
CEO Indosat Vikram Sinha menempatkan investasi AI Indosat dalam strategi dua lapis: pertama, infrastruktur komputasi melalui AI Factory; kedua, pengembangan sumber daya manusia agar kapasitas komputasi yang tersedia benar-benar bisa dimanfaatkan untuk membangun model, aplikasi, dan layanan AI. Strategi ini mengindikasikan ambisi yang lebih luas — mendorong Indonesia bergerak dari sekadar konsumen teknologi AI menjadi salah satu produsen dan penyedia infrastrukturnya, seperti dilaporkan Bisnis Indonesia.
FAQ — Zankore by Indosat AI Factory
Apa itu Zankore by Indosat?
Zankore by Indosat adalah platform infrastruktur AI hasil kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA, diluncurkan 6 Agustus 2026 dengan target kapasitas 1 GW NVIDIA DSX AI Factory dalam tiga tahun.
Kapan dan di mana Zankore mulai dibangun?
Fase awal ditargetkan mulai konstruksi pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas awal sekitar 200 MW menggunakan sistem NVIDIA GB300 NVL72.
Berapa nilai investasi Zankore?
Menurut estimasi media bisnis, fase awal membutuhkan sekitar US$9 miliar, sementara pengembangan penuh hingga 1 GW diperkirakan mencapai lebih dari US$50 miliar. Angka final belum dikonfirmasi resmi oleh Zankore atau Indosat per 15 Agustus 2026.
Artikel ini disusun berdasarkan siaran pers resmi Nokia dan liputan media bisnis/teknologi. Data investasi merupakan estimasi media, bukan angka resmi yang dikonfirmasi Zankore/Indosat.