ragnaroratmangoen.com/ – Salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut di Tol Malang Kilometer 77, Fathiyya Zahra, mengungkapkan rasa syukurnya setelah lolos dari insiden tragis yang menewaskan empat orang.
Fathiyya, seorang siswa asal Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, turut menjadi korban kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata yang ia tumpangi bersama rombongan pelajar SMP Islam Terpadu Gunung Putri, Bogor. Bus tersebut diketahui menabrak sebuah truk pengangkut pakan ternak pada Senin (23/12/2024).
BACA JUGA : paramitha rusady ungkap kisah haru pernah koma setelah melahirkan di usia 40an
Kronologi Kecelakaan
Menurut keterangan saksi dan pihak berwenang, bus mengalami kecelakaan saat melaju di Km 77 Tol Malang arah Surabaya. Sopir bus diduga kehilangan kendali hingga menabrak truk yang berada di depannya. Benturan keras tersebut menyebabkan beberapa penumpang terlempar dari tempat duduk mereka.
Fathiyya Zahra, yang duduk di barisan tengah, mengaku sempat tidak sadarkan diri karena kepalanya terbentur kursi penumpang di depannya. “Waktu tabrakan, saya langsung tidak sadar. Setelah bangun, baru tahu kalau ada benturan keras,” ujarnya kepada wartawan.
Luka Ringan dan Rasa Syukur
Meski menjadi korban dalam kecelakaan ini, Fathiyya bersyukur hanya mengalami luka ringan. Ia menderita lecet di bagian dahi kiri dan paha kanan, namun tidak memerlukan perawatan medis intensif.
“Luka yang dialami itu lecet di dahi kiri sama paha sebelah kanan. Alhamdulillah masih diberikan keselamatan, karena kondisinya waktu itu sangat parah,” ungkapnya dilansir TribunTangerang.com pada Rabu (25/12/2024).
Kondisi Fathiyya yang relatif selamat menjadi kelegaan tersendiri bagi keluarga dan teman-temannya, terutama mengingat parahnya dampak kecelakaan tersebut.
Korban Jiwa dan Penanganan di Lokasi
Insiden ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia di tempat kejadian, sementara beberapa lainnya mengalami luka berat dan ringan. Tim evakuasi gabungan, yang terdiri dari Basarnas, Satlantas Polres Malang, dan tim medis, segera dikerahkan untuk menangani para korban.
Kendaraan yang rusak berat telah dievakuasi, sementara para korban luka dibawa ke RSUD Malang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Kondisi bus rusak parah di bagian depan, terutama pada sisi pengemudi. Penanganan langsung dilakukan agar arus lalu lintas bisa segera normal,” ujar Kasatlantas Polres Malang, AKP Kholis Aryana.
Reaksi Fathiyya dan Keluarga
Fathiyya menyampaikan rasa syukurnya atas keselamatan yang ia terima meski berada di tengah tragedi besar. “Saya hanya bisa bersyukur karena masih diberikan kesempatan hidup. Teman-teman saya ada yang kondisinya lebih parah, semoga mereka segera pulih,” katanya.
Keluarga Fathiyya juga mengungkapkan rasa lega setelah mengetahui bahwa ia selamat dari kecelakaan maut ini. “Kami sangat bersyukur karena Fathiyya tidak mengalami cedera serius. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih hati-hati,” ujar orang tua Fathiyya.
Imbauan Keselamatan dari Pihak Berwenang
Pasca kecelakaan ini, pihak kepolisian mengimbau pengelola bus dan pengemudi kendaraan besar untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan dan keselamatan penumpang. Jalan tol yang memiliki kecepatan tinggi membutuhkan perhatian ekstra, terutama saat membawa rombongan dalam jumlah besar.
“Kami mengingatkan para pengemudi, terutama kendaraan besar, untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan semua pihak,” tegas AKP Kholis Aryana.
Kesimpulan
Kisah Fathiyya Zahra, salah satu korban selamat dalam kecelakaan bus di Tol Malang Kilometer 77, menjadi pengingat penting akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan. Meski hanya mengalami luka ringan, rasa syukur yang ia tunjukkan mencerminkan betapa berharganya kesempatan kedua.
Insiden ini sekaligus menjadi pelajaran besar bagi pengelola transportasi dan pengemudi untuk meningkatkan standar keselamatan di jalan. Dengan perhatian dan kewaspadaan yang lebih baik, diharapkan tragedi serupa tidak terjadi di masa depan.