MAGELANG, ragnaroratmangoen.com/ – Sebuah insiden terjadi di acara pengajian yang digelar di lapangan drh. Soepardi, Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (20/11/2024) malam. Sunhaji, seorang penjual es teh keliling, mengaku tersinggung oleh komentar yang disampaikan oleh Miftah Maulana Habiburrahman dalam acara yang dihadiri ribuan orang tersebut.
Video kejadian tersebut telah menyebar luas di media sosial, memicu diskusi publik dan menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula saat Sunhaji, yang berusia 37 tahun, sedang berjualan es teh di sekitar lokasi pengajian. Di tengah lantunan selawat dan tausiah yang disampaikan oleh Miftah, muncul momen di mana Miftah menyebut Sunhaji dengan nada yang dianggap tidak pantas.
“Saya hanya sedang mencari nafkah, tapi malah dihina di depan banyak orang. Saya merasa sangat tersinggung,” ujar Sunhaji kepada wartawan, Kamis (21/11/2024).
Dalam rekaman video yang viral, terdengar Miftah menyampaikan komentar dengan nada bercanda, namun dianggap kasar dan tidak menghormati profesi Sunhaji. Olok-olok tersebut membuat suasana pengajian sedikit berubah, dan beberapa penonton terlihat menunjukkan ketidaknyamanan.
Respons Publik
Video kejadian itu menyebar luas di berbagai platform media sosial, seperti Twitter dan Instagram, memancing beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian besar netizen menyayangkan sikap Miftah yang dianggap tidak sensitif terhadap perjuangan para pedagang kecil.
“Sebagai seorang ulama, seharusnya beliau memberikan contoh sikap yang lebih baik. Olok-olok seperti ini tidak pantas dilakukan,” tulis salah seorang netizen di Twitter.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman yang tidak perlu dibesar-besarkan.
Tanggapan Miftah Maulana Habiburrahman
Hingga berita ini diturunkan, Miftah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, beberapa rekan dekatnya menyatakan bahwa komentar yang disampaikan Miftah tidak bermaksud untuk menghina, melainkan sekadar candaan yang tidak disengaja menyinggung perasaan.
“Beliau pasti akan mengklarifikasi dan meminta maaf jika memang ada pihak yang merasa tersakiti,” ujar salah seorang panitia acara.
Sunhaji: “Saya Hanya Ingin Bekerja dengan Tenang”
Sunhaji, yang telah berdagang es teh keliling selama hampir satu dekade, mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan yang diterimanya. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai setiap profesi.
“Kami pedagang kecil hanya ingin mencari nafkah dengan cara yang halal. Janganlah menghina kami hanya karena pekerjaan kami terlihat sederhana,” tuturnya.
Kesimpulan
Insiden di acara pengajian Magelang ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga tutur kata, terutama di ruang publik. Apapun latar belakang seseorang, penghormatan terhadap profesi dan perjuangan hidup mereka adalah hal yang esensial.
Masyarakat kini menanti klarifikasi dan tanggapan resmi dari Miftah Maulana Habiburrahman atas kejadian ini. Semoga kejadian ini dapat diselesaikan dengan damai dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Respect for all, regardless of their profession.