ragnaroratmangoen.com/, 24 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Pada tanggal 21 April 2025, dunia kehilangan salah satu tokoh agama dan pemimpin dunia yang paling dihormati, Paus Fransiskus. Pemimpin Gereja Katolik Roma ini, yang telah memimpin gereja selama lebih dari satu dekade, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Meninggalnya Paus Fransiskus meninggalkan duka yang mendalam, baik di kalangan umat Katolik maupun di kalangan dunia internasional, mengingat pengaruh besar yang dimilikinya dalam berbagai aspek, mulai dari agama hingga politik internasional. Sebagai bagian dari penghormatan terhadap sosok Paus Fransiskus, pemakamannya dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025, di Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan.
Pemakaman Paus Fransiskus bukan hanya merupakan acara yang penuh dengan suasana berkabung, tetapi juga sebuah momen yang mengundang perhatian global, dengan lebih dari 40 kepala negara dan 19 kepala pemerintahan yang dipastikan akan hadir. Kehadiran mereka mencerminkan penghormatan yang luar biasa terhadap seorang tokoh agama yang tidak hanya memberikan bimbingan rohani, tetapi juga memainkan peran penting dalam isu-isu global seperti perdamaian, keadilan sosial, dan perubahan iklim. Artikel ini akan mengulas secara rinci siapa saja para pemimpin dunia yang dijadwalkan hadir dalam pemakaman tersebut dan makna dari kehadiran mereka.
Pemimpin Dunia yang Dikonfirmasi Hadir
1. Donald Trump – Presiden Amerika Serikat

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang menjabat pada periode 2017 hingga 2021, telah mengonfirmasi kehadirannya di pemakaman Paus Fransiskus bersama dengan Ibu Negara, Melania Trump. Kehadiran Trump di acara ini sangat bermakna, mengingat Amerika Serikat adalah salah satu negara dengan pengaruh besar dalam politik global, dan Paus Fransiskus memiliki hubungan yang signifikan dengan banyak pemimpin dunia, termasuk dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Trump menyatakan melalui media sosial bahwa dirinya dan istrinya akan terbang ke Roma untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus, yang telah memberikan banyak inspirasi bagi dunia.
Sebagai bentuk penghormatan lebih lanjut, Presiden Trump juga menginstruksikan agar bendera di seluruh gedung pemerintahan Amerika Serikat dikibarkan setengah tiang pada hari pemakaman Paus Fransiskus. Langkah ini menunjukkan bagaimana Amerika Serikat, meskipun tidak selalu sepakat dengan kebijakan Gereja Katolik dalam beberapa hal, tetap memberikan penghormatan kepada Paus yang dikenal luas sebagai seorang pemimpin yang penuh kasih dan berdedikasi dalam mempromosikan kedamaian dan keadilan di seluruh dunia.
2. Luiz Inácio Lula da Silva – Presiden Brasil
Sebagai negara dengan populasi umat Katolik terbesar di dunia, Brasil merasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian Paus Fransiskus. Luiz Inácio Lula da Silva, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Brasil, akan memimpin delegasi resmi dari negara tersebut. Kehadiran Lula di pemakaman ini mencerminkan pentingnya peran Paus dalam mempromosikan perdamaian, keadilan sosial, dan dialog antaragama, yang sangat resonan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Brasil.
Bersama dengan Ibu Negara, Rosângela Lula da Silva, Presiden Lula akan menyampaikan penghormatan pribadi dan negara Brasil terhadap Paus Fransiskus, yang memiliki kedekatan emosional dengan rakyat Brasil, terutama dalam isu-isu sosial dan keadilan. Paus Fransiskus juga dikenal sangat peduli terhadap masalah kemiskinan, yang menjadi salah satu tantangan besar di Brasil, dan hal ini menjadi salah satu alasan mengapa negara ini akan mengirimkan delegasi resmi.
3. Emmanuel Macron – Presiden Prancis

Emmanuel Macron, Presiden Prancis, yang juga menjabat sebagai co-prince of Andorra, merupakan salah satu pemimpin dunia yang dekat dengan Paus Fransiskus, terutama dalam hal isu-isu perdamaian dan perubahan iklim. Macron telah mengonfirmasi bahwa ia akan hadir bersama delegasi resmi dari Prancis. Sebagai pemimpin Prancis, negara dengan sejarah panjang dalam hubungan dengan Gereja Katolik, Macron dipandang sebagai salah satu pemimpin yang menghargai peran Paus Fransiskus dalam memperjuangkan keadilan sosial dan memperbaiki hubungan antara agama dan negara.
Macron, yang juga aktif dalam upaya internasional untuk melawan perubahan iklim, memiliki hubungan baik dengan Paus Fransiskus dalam memperjuangkan agenda lingkungan hidup global. Kehadiran Macron akan menunjukkan bagaimana Paus Fransiskus, dengan pesan-pesan moralnya, telah memengaruhi kebijakan internasional mengenai perlindungan lingkungan dan hak asasi manusia.
4. Sergio Mattarella – Presiden Italia

Sebagai tuan rumah acara pemakaman, Presiden Italia, Sergio Mattarella, akan memimpin delegasi negara Italia dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus. Italia, yang menjadi tempat tinggal Vatikan dan pusat dari Gereja Katolik, memiliki hubungan sangat erat dengan Paus Fransiskus. Mattarella, yang telah lama bekerja sama dengan Vatikan dalam berbagai aspek politik dan sosial, akan memberikan pidato mengenang jasa-jasanya yang luar biasa dalam memimpin Gereja Katolik.
Paus Fransiskus, sebagai seorang pemimpin yang sangat dihormati di Italia, tidak hanya menjadi simbol agama, tetapi juga menjadi figur moral yang menginspirasi masyarakat Italia untuk lebih peduli terhadap isu-isu sosial, seperti kemiskinan dan ketidaksetaraan. Kehadiran Mattarella akan menegaskan pentingnya hubungan antara negara Italia dan Paus Fransiskus, serta pengaruh besar Paus terhadap kebijakan publik di Italia.
5. Volodymyr Zelenskyy – Presiden Ukraina

Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina, juga dijadwalkan untuk hadir di pemakaman Paus Fransiskus bersama dengan Ibu Negara Olena Zelenska. Kehadiran Zelenskyy, terutama dalam konteks perang yang tengah berlangsung antara Ukraina dan Rusia, menunjukkan betapa besar peran Paus Fransiskus dalam mendorong perdamaian dan dialog internasional. Paus Fransiskus dikenal sebagai seorang tokoh yang konsisten dalam menyerukan perdamaian dan mendukung upaya-upaya diplomatik untuk menghentikan konflik bersenjata.
Zelenskyy, yang telah menerima banyak dukungan dari komunitas internasional dalam perjuangannya melawan agresi Rusia, melihat Paus Fransiskus sebagai seorang pemimpin yang dapat memberikan panduan moral dalam situasi penuh ketegangan ini. Oleh karena itu, kehadiran Zelenskyy di pemakaman Paus Fransiskus bukan hanya sekadar penghormatan, tetapi juga sebuah pengakuan atas peran Paus dalam upaya mencapai perdamaian dunia.
6. Javier Milei – Presiden Argentina

Paus Fransiskus lahir di Argentina, dan sebagai Presiden Argentina, Javier Milei akan memimpin delegasi dari negara tempat Paus Fransiskus dilahirkan. Kehadiran Milei menandakan kedekatan emosional dan spiritual antara Paus Fransiskus dan rakyat Argentina. Negara ini memiliki hubungan yang sangat dalam dengan Paus, yang telah menjadi figur penting dalam perkembangan sosial dan politik di Argentina.
Sebagai seorang pemimpin yang baru terpilih, Milei menunjukkan rasa hormat yang besar terhadap Paus Fransiskus, yang telah menjadi simbol perubahan dan harapan, baik bagi Argentina maupun dunia internasional. Paus Fransiskus dikenal akan komitmennya terhadap reformasi sosial dan ekonomi yang dapat mengatasi ketidaksetaraan, sesuatu yang sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Argentina.
Kepala Pemerintahan yang Dikonfirmasi Hadir
Selain kepala negara, sejumlah kepala pemerintahan juga dijadwalkan untuk hadir, di antaranya:
- Giorgia Meloni – Perdana Menteri Italia
- Olaf Scholz – Kanselir Jerman
- Kyriakos Mitsotakis – Perdana Menteri Yunani
- Sir Keir Starmer – Perdana Menteri Inggris
- Ursula von der Leyen – Presiden Komisi Eropa
- António Guterres – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa
Kehadiran kepala pemerintahan ini menunjukkan betapa pentingnya Paus Fransiskus sebagai tokoh yang tidak hanya memengaruhi kehidupan rohani umat Katolik, tetapi juga sebagai figur moral yang dihormati di seluruh dunia.
Delegasi dari Indonesia
Pemerintah Indonesia, dengan jumlah umat Katolik yang signifikan, juga mengirimkan delegasi resmi untuk memberikan penghormatan kepada Paus Fransiskus. Delegasi ini akan dipimpin oleh Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang akan mewakili Indonesia dalam pemakaman tersebut. Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi, juga menghormati kontribusi Paus Fransiskus dalam memperjuangkan dialog antaragama dan perdamaian dunia.
Kehadiran Keluarga Kerajaan dan Tokoh Agama
Sejumlah keluarga kerajaan dari berbagai negara juga dijadwalkan untuk hadir dalam acara pemakaman ini. Beberapa keluarga kerajaan yang akan hadir antara lain:
- Ratu Máxima dan Raja Willem-Alexander dari Belanda
- Ratu Letizia dan Raja Felipe VI dari Spanyol
- Pangeran Albert II dan Putri Charlene dari Monako
Kehadiran mereka menunjukkan penghormatan dari kalangan elit internasional terhadap Paus Fransiskus sebagai simbol persatuan dan perdamaian di dunia.
Selain itu, sejumlah tokoh agama terkemuka dari seluruh dunia juga akan hadir, seperti:
- Cardinal Giovanni Battista Re, Dekanat Kolegi Kardinal
- Cardinal Vincent Nichols, Uskup Agung Westminster
- Cardinal Pablo Virgilio David, Uskup Kalookan dan Presiden Konferensi Waligereja Filipina
Kesimpulan
Pemakaman Paus Fransiskus bukan hanya sebuah acara pemakaman seorang pemimpin agama, tetapi juga sebuah momen bersejarah yang menunjukkan pentingnya Paus sebagai simbol moral dan pemersatu dunia. Kehadiran para pemimpin dunia dan tokoh-tokoh internasional di acara ini menegaskan betapa besar dampak yang ditinggalkan oleh Paus Fransiskus dalam berbagai bidang, baik dalam konteks agama maupun dalam kehidupan sosial-politik dunia. Warisan yang ditinggalkan oleh Paus Fransiskus akan terus dikenang, dan pemakaman ini akan menjadi peristiwa bersejarah dalam perjalanan Gereja Katolik dan dunia internasional.
BACA JUGA: Serangan Terhadap Wisatawan di Kashmir: 28 Tewas dalam Insiden Tragis di Pahalgam
BACA JUGA: Ukraina Siap Berunding dengan Rusia, Namun Hanya Setelah Gencatan Senjata yang Nyata