Prabowo Subianto di ADF Talk 2025: Seruan Keadilan Dan Perdamaian Untuk Palestina

ragnaroratmangoen.com.12 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Redaksi Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88
Editor: Muhammad Kadafi

Jakarta, April 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan posisi tegas Indonesia dalam membela Palestina dalam pidatonya di Asian Defense Forum (ADF) Talk 2025, sebuah forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin pertahanan dan kebijakan luar negeri dari kawasan Asia dan dunia.

Dalam pidatonya yang disampaikan dengan penuh semangat dan empati, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina bukan hanya sikap politik Indonesia, tetapi merupakan refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan amanat konstitusi.


Isi Pidato: Keadilan sebagai Landasan Perdamaian

Prabowo membuka pidatonya dengan menyinggung kondisi terkini di wilayah Gaza dan Tepi Barat, yang menurutnya masih berada dalam penderitaan berat akibat konflik bersenjata, blokade ekonomi, dan ketidakadilan yang berlangsung puluhan tahun.

“Ketika kita berbicara tentang pertahanan dan keamanan, kita tidak bisa mengabaikan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Dunia tidak boleh menutup mata. Keadilan harus ditegakkan, dan rakyat Palestina berhak untuk hidup dalam kemerdekaan dan martabat.”Prabowo Subianto, ADF Talk 2025

Ia menyoroti bahwa konflik di Palestina bukan hanya konflik regional, melainkan masalah moralitas global. Prabowo menyatakan bahwa kekerasan terhadap warga sipil—terutama perempuan dan anak-anak—tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia menyerukan penghentian segera agresi militer di Gaza dan membuka jalan untuk akses bantuan kemanusiaan secara luas.


Solusi Dua Negara: Jalan Menuju Perdamaian

Salah satu poin utama dalam pidatonya adalah penegasan kembali posisi Indonesia dalam mendukung solusi dua negara (two-state solution) yang telah lama menjadi dasar konsensus internasional.

“Indonesia dengan tegas mendorong solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan yang sah dan adil untuk menyelesaikan konflik ini. Palestina berhak atas negara yang merdeka, berdaulat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan bahwa tanpa keadilan, perdamaian yang sejati tidak akan tercapai. Oleh karena itu, seluruh komunitas internasional—termasuk negara-negara besar—harus berhenti bersikap ambigu dan mulai bertindak nyata untuk mendorong dialog dan rekonsiliasi yang adil.


Langkah Nyata Indonesia: Dari Diplomasi hingga Bantuan Kemanusiaan

Komitmen Indonesia terhadap Palestina tidak berhenti pada level diplomasi. Prabowo memaparkan bahwa pemerintah Indonesia telah dan akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan, baik dalam bentuk logistik, medis, hingga pengiriman kapal rumah sakit ke wilayah Gaza. Ia menyebut bantuan ini sebagai “bukti nyata solidaritas Indonesia”.

Hingga awal 2025, pemerintah Indonesia telah:

  • Mengirim lebih dari 500 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak eskalasi terbaru konflik.
  • Mengirimkan tim medis dan relawan kemanusiaan bekerja sama dengan organisasi internasional.
  • Menawarkan fasilitas kapal rumah sakit milik TNI AL untuk ditempatkan di perairan Timur Tengah sebagai bagian dari misi kemanusiaan.

Selain itu, Prabowo juga menyebut bahwa Indonesia terus melobi negara-negara ASEAN dan OKI untuk memperkuat dukungan bersama terhadap kemerdekaan Palestina.


Pesan Kemanusiaan: Tidak Cukup dengan Doa dan Harapan

Dalam salah satu pernyataan yang paling mengena, Prabowo menyampaikan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak boleh hanya sebatas ucapan belasungkawa atau doa semata, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata, berani, dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh hanya mendoakan. Dunia harus bertindak. Jika kita sungguh-sungguh ingin melihat perdamaian, kita harus berdiri bersama mereka yang tertindas. Ini bukan hanya tentang politik, ini tentang kemanusiaan.”

Pernyataan tersebut mengundang apresiasi dari berbagai delegasi internasional, termasuk dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara yang turut hadir dalam forum.


Konstitusi dan Amanat Sejarah Indonesia

Prabowo juga menyinggung konstitusi Indonesia, khususnya pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.” Menurutnya, dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan wujud nyata dari amanat sejarah dan jati diri bangsa.

Ia juga mengutip Presiden pertama RI, Soekarno, yang sejak awal mendukung kemerdekaan Palestina dan menjadikan isu ini sebagai bagian dari perjuangan global melawan kolonialisme dan imperialisme.


Penutup: Indonesia sebagai Suara Keadilan di Forum Global

Dengan berapi-api, Prabowo menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh pemimpin dunia untuk mengambil tanggung jawab moral terhadap penderitaan Palestina. Ia menyerukan agar forum-forum seperti ADF, ASEAN, OKI, dan PBB tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi menjadi motor penggerak solusi nyata.

“Saatnya dunia bergerak. Saatnya kita memilih sisi yang benar dalam sejarah. Indonesia memilih untuk berdiri di sisi keadilan, dan kami mengajak dunia untuk bersama-sama menegakkan kebenaran demi perdamaian yang sejati.”

Pidato Prabowo di ADF Talk 2025 semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam diplomasi moral dan solidaritas internasional. Dukungan terhadap Palestina bukan hanya menjadi narasi diplomatik, melainkan komitmen konkret yang dijalankan dalam kebijakan luar negeri dan aksi kemanusiaan.

BACA JUGA: Yakuza Jepang Janji Akhiri Pertikaian dan Tidak Akan Buat Masalah Lagi

BACA JUGA: Di Tengah Perang Dagang dengan AS, China Akan Kunjungi Asia Tenggara

BACA JUGA: Dibongkar Malah Keluar Ular: Kenapa Mereka Ngotot Ingin Mengambil Jasad Nabi Yusuf?