ragnaroratmangoen – Internet Rakyat (IRA) yang didukung Hashim Djojohadikusumo menawarkan internet hingga 100 Mbps dengan tarif mulai Rp100 ribuan. Mampukah layanan ini menjadi solusi internet murah bagi masyarakat Indonesia?
Ketika Harga Internet Masih Jadi Keluhan Banyak Orang
Di era digital seperti sekarang, internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Mulai dari sekolah, pekerjaan, bisnis online, hingga hiburan sehari-hari semuanya bergantung pada koneksi internet yang stabil.
Namun bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama di luar kota-kota besar, biaya internet masih menjadi beban yang cukup terasa. Tidak sedikit keluarga yang harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah setiap bulan hanya untuk mendapatkan akses internet rumah dengan kecepatan yang memadai.
Karena itu, ketika muncul layanan bernama Internet Rakyat (IRA) yang menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps dengan harga sekitar Rp100 ribu per bulan, perhatian publik langsung tertuju pada program tersebut.
Apa Itu Internet Rakyat?
Internet Rakyat atau IRA merupakan layanan internet yang dikembangkan oleh ekosistem bisnis yang terhubung dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI/Surge), perusahaan yang dikendalikan oleh Hashim Djojohadikusumo. Program ini diluncurkan dengan tujuan memperluas akses internet berkecepatan tinggi kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan banyak layanan internet rumah yang ada saat ini.
Dalam peluncurannya, Internet Rakyat menawarkan layanan internet berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan tarif mulai sekitar Rp100 ribu per bulan.
Konsepnya cukup sederhana. Jika selama ini banyak layanan internet rumah membutuhkan pemasangan kabel fiber optik, teknologi FWA memungkinkan koneksi internet disalurkan secara nirkabel dari menara pemancar ke perangkat pelanggan.
Mengapa Program Ini Menarik?
Yang membuat Internet Rakyat menjadi perbincangan bukan hanya karena nama “rakyat”, tetapi juga karena harga yang ditawarkan.
Saat ini paket internet rumah dengan kecepatan 50 hingga 100 Mbps umumnya masih berada di kisaran Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per bulan tergantung wilayah dan penyedia layanan.
Karena itu, ketika muncul tawaran internet 100 Mbps dengan harga sekitar Rp100 ribuan, banyak masyarakat langsung penasaran apakah layanan tersebut benar-benar dapat diwujudkan secara luas.
Bagi keluarga berpenghasilan menengah, mahasiswa, pekerja remote, hingga pelaku UMKM, selisih biaya internet bulanan bisa menjadi penghematan yang cukup signifikan.
Didukung Teknologi dan Mitra Jepang
Salah satu hal yang cukup menarik adalah keterlibatan perusahaan teknologi asal Jepang dalam pengembangan proyek ini.
Surge diketahui bekerja sama dengan NTT Group melalui NTT e-Asia untuk memperkuat infrastruktur jaringan yang mendukung layanan Internet Rakyat. Selain itu, proyek ini juga dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi 5G FWA yang memungkinkan penyediaan internet tanpa perlu membangun jaringan kabel ke setiap rumah pelanggan.
Pendekatan seperti ini dianggap lebih cepat dan lebih murah untuk menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal oleh jaringan fiber optik.
Mampukah Menjadi Penantang Baru?
Pertanyaan terbesar tentu bukan soal peluncurannya, melainkan apakah Internet Rakyat mampu berkembang dalam skala nasional.
Industri internet Indonesia saat ini sudah diisi pemain besar seperti IndiHome, Biznet, MyRepublic, First Media, hingga layanan satelit seperti Starlink. Mereka memiliki jaringan, pelanggan, dan pengalaman operasional yang sangat besar.
Karena itu, tantangan terbesar Internet Rakyat bukan sekadar menawarkan harga murah, tetapi memastikan kualitas layanan tetap stabil ketika jumlah pelanggan terus bertambah.
Dalam industri telekomunikasi, harga murah memang menarik perhatian. Namun pelanggan biasanya akan bertahan jika kualitas koneksi benar-benar sesuai harapan.
Harapan Pemerataan Digital
Di luar aspek bisnis, Internet Rakyat juga membawa narasi yang lebih besar, yaitu pemerataan akses digital.
Hashim Djojohadikusumo dalam beberapa kesempatan menyebut internet murah sebagai bagian dari infrastruktur penting yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Logikanya cukup masuk akal. Semakin banyak masyarakat yang memiliki akses internet cepat dan murah, semakin besar pula peluang mereka untuk mengakses pendidikan digital, menjalankan bisnis online, bekerja secara remote, hingga memanfaatkan berbagai layanan digital lainnya.
Persaingan Akankah Semakin Ketat?
Internet Rakyat (IRA) menjadi salah satu proyek telekomunikasi yang paling banyak dibicarakan sepanjang 2026. Dengan dukungan Hashim Djojohadikusumo dan penawaran internet hingga 100 Mbps mulai sekitar Rp100 ribuan per bulan, program ini membawa harapan baru bagi masyarakat yang menginginkan akses internet cepat dengan biaya lebih terjangkau.
Meski masih terlalu dini untuk menilai keberhasilannya, Internet Rakyat menunjukkan bahwa persaingan di sektor telekomunikasi Indonesia semakin menarik. Jika janji harga dan kualitas layanan dapat direalisasikan secara konsisten, bukan tidak mungkin proyek ini akan menjadi salah satu pemain penting dalam upaya memperluas akses internet bagi masyarakat Indonesia.
Referensi
- Situs Resmi Internet Rakyat
https://internetrakyat.id - Katadata – Cara Daftar Internet Rakyat WIFI Milik Hashim, 100 Mbps Rp100 Ribu
https://katadata.co.id/digital/teknologi/69240eac1ba60 - JakartaJakarta.id – Hashim dan Fahri Hamzah Resmikan Internet Rakyat
https://www.jakartajakarta.id - HousingEstate – Peluncuran Internet Rakyat (IRA)
https://housingestate.id - Suara.com – Emiten Milik Hashim Serius Garap Internet Rakyat
https://www.suara.com