Bandung, ragnaroratmangoen.com/ – Dokter tim Persib Bandung, Raffi Ghani, yang telah mengabdi untuk klub sejak 2009, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sirnaraga, Jalan Padjadjaran, Bandung, pada Selasa (24/12/2024). Tangis haru keluarga, kerabat, dan pemain mengiringi pemakaman dokter yang dikenal dekat dengan para pemain dan staf Persib tersebut.
Raffi Ghani meninggal dunia pada Senin (23/12/2024) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah menjalani operasi. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi tim Persib Bandung, yang selama lebih dari satu dekade telah merasakan dedikasinya.
BACA JUGA : hasil timnas arab saudi vs bahrain berakhir 2-3 di gulf cup 2024 peluang indonesia di kualifikasi piala dunia 2026 semakin terbuka
Tangis Pemain Persib Mengiringi Pemakaman
Salah satu momen emosional terjadi saat gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, tidak kuasa menahan tangisnya selama proses pemakaman. Dedi, bersama para pemain lain seperti Marc Klok dan Febri Hariyadi, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada dokter yang telah menjadi bagian penting dari keluarga besar Persib.
“Beliau bukan hanya dokter, tetapi juga figur ayah bagi kami para pemain. Kehilangan beliau adalah kehilangan besar bagi kami semua,” ujar Dedi Kusnandar dengan suara bergetar.
Raffi Ghani: Sosok yang Dikenang Sepanjang Masa
Dokter Raffi Ghani dikenal sebagai figur yang sangat berdedikasi. Bergabung dengan Persib Bandung pada 2009, Raffi telah menjadi bagian dari berbagai momen bersejarah klub, termasuk saat Persib menjuarai Liga Super Indonesia 2014.
Tidak hanya dikenal karena keahliannya sebagai dokter tim, Raffi juga dikenang karena hubungan personalnya dengan para pemain dan staf. Ia selalu hadir di sisi lapangan, memastikan kondisi kesehatan pemain tetap prima.
“Dokter Raffi adalah sosok yang tidak hanya memastikan kesehatan kami, tetapi juga selalu memberikan dukungan moral. Kehadirannya di ruang ganti selalu membawa semangat bagi tim,” kenang pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak.
Perjalanan Singkat hingga Kepergian
Dokter Raffi Ghani meninggal dunia setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Meski belum ada keterangan resmi terkait penyebab penyakitnya, pihak keluarga dan manajemen Persib mengungkapkan bahwa Raffi sebelumnya sudah beberapa kali dirawat intensif.
“Meski kami sudah berusaha memberikan perawatan terbaik, Tuhan berkehendak lain. Kami kehilangan salah satu sosok terbaik dalam keluarga besar Persib,” ujar Teddy Tjahjono, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
Duka Mendalam di Media Sosial
Kepergian dokter Raffi juga menuai respons emosional dari para bobotoh—pendukung setia Persib Bandung. Di media sosial, tagar #RIPDokterRaffi dan #LegendaPersib ramai digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang.
“Dokter Raffi adalah bagian dari sejarah Persib. Dedikasi dan cintanya kepada tim tidak akan pernah terlupakan,” tulis salah satu bobotoh di Twitter.
Kesimpulan
Kepergian Dokter Raffi Ghani adalah kehilangan besar bagi Persib Bandung dan seluruh bobotoh. Selama lebih dari satu dekade, Raffi tidak hanya menjadi dokter tim, tetapi juga bagian dari keluarga besar klub yang berjasa dalam menjaga kesehatan dan semangat para pemain.
Semangat dan dedikasinya akan selalu dikenang sebagai warisan berharga bagi Persib Bandung. Bobotoh dan keluarga besar Persib berharap kepergiannya menjadi inspirasi untuk terus menjaga semangat tim di masa depan. Selamat jalan, Dokter Raffi.